Kamis, 13 Januari 2011

Canopy Bridge - Taman Bukit Bangkirai

Taman Bukit Bangkirai adalah salah satu kawasan hutan tropis di Kalimantan, tepatnya di daerah Taman Hutan Bukit Soeharto, Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Tempat ini bisa dijangkau kira-kira 1,5 jam perjalanan dari arah Balikpapan, kota pintu masuk ke Kaltim.

Di daerah Taman Bukit Bangkirai akan dijumpai berbagai jenis tanaman/pohon tropis seperti Meranti, Ulin, Rotan, Karet, dan tentu saja pohon Bangkirai. Yang tingginya ada yang mencapai lebih  dari 50 meter. Selain itu akan dijumpai beberapa jenis fauna seperti kera, beruk, ular, dan macam-macam burung.

Ada satu tempat tujuan yang sering dikunjungi kebanyakan orang yang pergi ke Bukit Bangkirai yaitu Jembatan Antar Pohon (Canopy Bridge). Jembatan ini tingginya kira-kira 20 meter, bisa dicapai lewat tangga yang dibuat dari konstruksi kayu Ulin & Bangkirai. Sedangkan jembatan yang menghubungkan antar pohon ini ditopang oleh kawat besi (sling) yang kuat, dan diberi pengaman sisi kanan dan kiri, sehingga akan merasa aman apabila seseorang melintas di atasnya. Menurut informasinya, jembatan yang ada di Bukit Bangkirai ini termasuk yang pertama kali dibuat di Indonesia.





Tambahan informasi:
1.      Perjalanan menuju Bukit Bangkirai bisa ditempuh dengan naik kendaraan dari Balikpapan arah Samarinda. Pada Km 38 ada perempatan, belok kiri. Hati-hati jalan naik turun, berbelok-belok, sisi jalan ada jurang, ada jalan yang rusak.
2.      Di pintu masuk, ada tempat Penginapan/Cottage, Warung yang jual makanan & Minuman.
3.      Tidak ada tempat ibadah.
4.      Perlu diperhitungkan cuaca, karena jalan akan licin bila hujan di jalan setapak menuju Jembatan Antar Pohon (Jembatan Gantung).
5.      Ada biaya masuk kawasan dan biaya naik ke Jembatan.
6.      Di bawah penguasaan Perusahaan Perkebunan Inhutani.



Selasa, 11 Januari 2011

Sekilas tentang Sepak Bola Indonesia

Sepakbola merupakan olahraga masyarakat yang bisa dilakukan dan dicintai oleh semua golongan. Hampir semua masyarakat gemar dengan olahraga yang satu ini. Kecuali orang-orang tertentu yang tidak bisa melakukannya karena alasan fisik.

Dalam sepakbola mengandalkan lari cepat (sprint), menggiring bola, berani menghadapi lawan/musuh, adu/kontak fisik, mengecoh lawan, mempertahankan bola jangan sampai direbut lawan, punya target gol, berusaha untuk tidak kebobolan. Di sini lah perlunya taktik dan strategi. Maka bermain sepakbola seperti halnya orang akan berangkat perang, perlu persiapan yang matang. Sehingga dimana-mana muncul beberapa persatuan sepakbola tujuannya untuk menghimpun beberapa pemain dengan pelatih khusus (plus assisten pelatih bila diperlukan) supaya targetnya tercapai. Di Indonesia seperti Persija, Persib, PSIS, Persebaya, Arema, PSMS, PSM, Persipura, dll. Di luar negeri seperti Manchester United, AC Milan, Ajax Amsterdam, Boca Junior, River Plate, dll. Untuk bisa menjuarai sepak bola di suatu wilayah dibentuklah sebuah kompetisi yang akan mempertemukan beberapa persatuan sepakbola/klub di wilayah tersebut. Wilayah bisa berarti mulai tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, regional, antar Negara atau tingkat dunia. Ada beberapa tingkat kompetisi di Indonesia seperti ISL (Liga Super Indonesia), Divisi Utama, Divisi Satu, dst. Semua kompetisi sepakbola dan oragnisasinya di bawah payung PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia). Di level Regional seperti ASEAN ada kompetisi Piala AFF, dan tingkat Benua Asia ada Piala Asia (AFC) dan Piala Champion Asia, di Eropa ada Euro Cup, Champion Cup, UEFA Cup dan di Amerika Latin ada Piala Libertadores, sedang tingkat dunia ada FIFA World Cup, Piala Konfederasi, dan Piala Toyota.

Di Indonesia saat ini lagi demam sepakbola, hampir semua lapisan masyarakat, membicarakannya sejak Timnas PSSI ikut kejuaraan AFF Cup 2010 yang digelar Desember 2010 di 2 tempat, Jakarta dan Hanoi. Tidak seperti kejuaraan-2 AFF sebelumnya, AFF Cup 2010 seolah-olah meng-hipnotis masyarakat tak terkecuali para artis celebrities  banyak yang nonton langsung di SUBK (Stadion Utama Gelora Bung Karno). Bisa kita saksikan waktu itu betapa antusiasnya masyarakat kita yang ingin menyaksikan, dimana kapasitas SUBK 88.000 orang penuh, banyak yang tidak kebagian tiket. Mereka rela nonton lewat layar lebar yang disediakan di luar stadion. Bahkan para pejabat pemerintah dan instansi-instansi, kalangan swasta membuat acara Nonton Bareng di daerahnya masing-masing, Apakah karena partai penyisihan Timnas bisa mengalahkan Malaysia 5-1, Laos 6-0, Thailand 2-1, Semifinal menang aggregate atas Philipina 2-0? Atau karena ada 2 pemain naturalisasi, Irfan Bachdiem dan Cristian Gonzales? Meskipun di Final kalah dari Malaysia 4-2 (aggregate). Yang jelas sepakbola kita lagi bangkit kembali dengan dukungan supporter yang besar jumlahnya.

Di awal tahun 2011, PSSI disibukkan dengan adanya LPI (Liga Primer Indonesia) yang mulai dibuka 8 Januari 2011 di Solo. Menurut PSSI, LPI itu illegal karena di luar aturan PSSI dan tidak diakui badan sepakbola dunia FIFA. LPI yang awalnya digagas oleh Pengusaha Arifin Panigoro, sudah mendapat restu dari Pemerintah melalui Menegpora dan BOPI (Badan Olah Raga Profesional Indonesia). Tujuan LPI benar, ingin memajukan persepakbolaan tanah air dengan mengadakan kompetisi, dimana pesertanya yang merasa kesulitan financial terutama yang masih mengandalkan dana dari APBD setempat. LPI ingin membangun olahraga secara professional, baik teknis maupun sisi finansialnya. PSSI yang sudah punya jadwal kompetisi seperti ISL, Divisi Utama, Divisi I, Divisi II dan Piala Indonesia, merasa terusik dengan adanya jadwal kompetisi baru dari LPI. Apakah LPI akan menjadi semacam tandingannya ISL? Semoga tidak ada tujuan kesitu.

Di sisi lain, seleksi Timnas sudah berjalan. Pelatih Timnas saat ini Alfred Riedl hanya melakukan seleksi dari pemain-pemain klub di bawah PSSI yang diakui FIFA. Pemain dari klub peserta LPI dicoret dari Timnas, termasuk pemain naturalisasi Irfan Bachdiem dan Kim J. Kurniawan dari Persema Malang. Seleksi ini akan disiapkan untuk Tim Pra Olimpiade  tahun 2011. Diharapkan Alfred Riedl tetap konsentrasi penuh pada pencapaian prestasi Timnas di ajang Regional dan Internasional, tidak terpengaruh dengan suasana kompetisi antara ISL dan LPI. Masyarakat yang sudah menunjukkan rasa nasionalisme yang tinggi lewat sepakbola seperti pada ajang Piala AFF kemarin, tetap antusias mendukung Timnas sebagai Tim kebanggaan kita. Juga antara PSSI dan LPI bisa duduk bersama mencari solusi terbaik untuk kemajuan persepakbolaan nasional, bukan sebaliknya. Sehingga Tim Sepakbola Indonesia bisa berbicara banyak di tingkat Regional bahkan Internasional seperti pada era tahun 1970-an.
Bravo Timnas!

Senin, 03 Januari 2011

Bisnis Lobster Air Tawar


By Fahdiansyah Rambe

Islamic Lobster Center (ILC)
Komplek Islamic Village
Jl. Korma Raya, No. 4 Kelapa Dua, Karawaci-Tangerang 15430
Email: Lobster_ILC2280@yahoo.co.id


Lahan pekarangan rumah sempit tak membatasi kreatifitas Fahdiansyah Rambe,  untuk membuat suatu usaha yang mendatangkan nilai ekonomis. Dengan memanfaatkan pekarangan rumahnya, sarjana teknik kini mempunyai 15 kolam yang digunakan untuk bisnis lobster air tawar.

Untuk memulai usahanya pada tahun 2005, Fahdiansyah mengeluarkan modal awal sebesar Rp 5 juta. Modal tersebut digunakan untuk membeli indukan lobster air tawar Walkamin dari Pasar Pramuka Jakarta Timur, seharga Rp 4 juta yang berisi 30-40 ekor indukan. Selain itu juga untuk membeli seperangkat aquarium (ukuran 100x50x25 cm), aerator, pipa, dan selang.

Fahdiansyah membenihkan lobster di kolam yang terdapat di pekarangan rumahnya, sedangkan untuk pembesarannya dilakukan di 6 kolam masing-masing seluas 100 m2 yang ia sewa di daerah Ciampea-Bogor sebesar Rp 100 ribu per bulan/kolam.

Dalam satu bulan, Fahdiansyah bisa menghabiskan sekitar Rp 1,8 juta untuk membeli pakan lobster berupa cacing sutra dengan harga Rp 10 ribu per liter dan pelet merek Pokphand seharga Rp 230 ribu per karung isi 25 kg.

Untuk mencegah penyakit yang sering menyerang benih lobster seperti parasit, Fahdiansyah cukup dengan memberikan makanan yang sesuai, menjaga kualitas air yang baik, serta oksigen yang cukup di dalam air.

Pemasaran dilakukan Fahdiansyah melalui internet dan memasang iklan di majalah atau Koran. Untuk benih dan indukan, ia pasarkan ke pembenih dan pembesar. Sedangkan untuk lobster komsumsi, ia tawarkan ke hotel atau restoran.

Ketika disinggung mengenai kendala usaha, Fahdiansyah mengungkapkan bahwa masalah utamanya terletak di pemasaran, sama seperti usaha lainnya.

“Jika ingin membenihkan atau membesarkan lobster air tawar, maka carilah banyak teman. Kita tidak bisa “bermain” sendiri jika ingin sukses karena pada dasarnya semua bisnis pasti membutuhkan banyak mitra,” tambah Fahdiansyah beberapa waktu lalu.

Usahanya kini berbuah manis. Banyak hotel dan restoran di Jakarta dan Balikpapan yang menjadi pelanggan setianya. Saat ini, Fahdiansyah bisa menjual 3 ribu ekor bibit lobster air tawar per bulan, 65 kg lobster siap konsumsi per minggu, dan 15 set indukan per bulan.

“Saya yakin, suatu saat nanti lobster air tawar akan menggantikan posisi lobster air laut,” ungkap Fahdiansyah.

Hal ini terbukti dengan meningkatnya jumlah pesanan, baik untuk benih maupun konsumsi. Fahdiansyah juga menambahkan bahwa peluang bisnis untuk pembenihan dan pembesaran lobster air tawar masih terbuka.
   
Selain memakai kolam, pembenihan lobster juga bisa dilakukan di dalam aquarium, bak fiber, atau kolam semen. Peralatan yang digunakan pembenihan di aquarium berupa potongan pipa ukuran 5-10 cm dan jaring. Sementara itu, untuk pembenihan di bak fiber dan kolam semen, selain memakai potongan pipa dan jaring, juga menggunakan genteng dan batu roster.

Batu roster, genteng, jaring, dan potongan pipa digunakan sebagai tempat persembunyian. Jika tidak ada tempat bersembunyi, maka lobster akan menyerang satu dengan yang lainnya.

Untuk pembenihan yang dilakukan di dalam aquarium (ukuran 100x50x25 cm), idealnya berisi 1 set induk lobster. Jika dilakukan di kolam semen (ukuran 2x1 m), berisi 5 set indukan lobster. Semakin banyak jumlah set indukan yang ditempatkan dalam satu kolam, maka akan semakin bagus karena sifat lobster betina yang sangat selektif dalam memilih pejantan. Jika dalam satu kolam terdapat banyak pejantan maka kemungkinan terjadinya perkawinan juga semakin besar.

Proses perkawinan terjadi setelah 2-3 minggu. Ciri induk betina yang sedang bertelur adalah ekornya akan melengkung hingga kaki pertamanya. Jika sudah terlihat tanda-tanda induk bertelur, segera pindahkan ke aquarium lainnya. Usahakan 1 aquarium (ukuran 100x50x25cm) hanya berisi 1 induk betina. Hal ini bertujuan untuk menghindari pertengkaran antara lobster betina yang dapat mengakibatkan kerontokon telur.

Induk lobster betina bisa menghasilkan 200-300 telur lobster. Proses pengeraman telur membutuhkan waktu 30-35 hari dan untuk penetasan telur lobster membutuhkan waktu 3-4 hari. Setelah telur menetas, segera ambil induknya. Jika induk tidak diambil lebih dari seminggu, maka lobster induk akan memangsa anaknya sendiri.

Setelah induk dipisahkan dari anaknya, pisahkan induk dari lobster dewasa lainnya. Untuk proses perkawinan selanjutnya, tunggu selama minimal 2 minggu atau sampai berganti kulit. Induk lobster air tawar bisa hidup sampai umur 3-4 tahun dengan panjang 20-25 cm dan berat mencapai 0,5 kg. Pada usia itu, lobster akan semakin banyak menghasilkan telur, bahkan jumlahnya bisa mencapai hingga ribuan.

“Semakin tua lobster, maka jumlah telurnya akan semakin banyak, karena badannya semakin besar, kuat, dan panjang,” ungkap Fahdiansyah.

Setelah telur menetas menjadi benih, sebulan kemudian pilah benih dan pisahkan sesuai ukurannya lalu pindahkan dari aquarium ke kolam semen. Kolam semen lebih bagus untuk pembenihan karena naik turunnya suhu dalam kolam semen tidak terlalu drastis. Suhu yang sesuai untuk benih lobster air tawar
adalah 25-30 oC.

Dua bulan kemudian, benih lobster yang perkembangannya bagus akan berukuran 5 cm dan siap untuk dijual. Lamanya waktu usaha pembenihan secara keseluruhan sekitar 6 bulan dari mulai proses perkawinan indukan sampai umur benih mencapai 2 bulan. Resiko kematian benih saat pemeliharan sekitar 20%.

Berikan makan berupa pelet khusus lobster sehari 2 kali, yaitu pagi (pukul 07.00-09.00) dan sore (pukul 17.00-20.00). Porsi ideal untuk makan pagi 1 ekor benih lobster adalah seperempat sendok teh pelet dan untuk makan sore sebanyak setengah sendok teh. Selain pelet, juga bisa diberikan sayuran (misalnya tauge dan wortel) dan protein segar (misalnya cacing sutra dan cacing beku).

Untuk Cacing Sutra atau beku, biasanya 1 liter cacing  bisa dihabiskan dalam waktu 1 minggu untuk 1000 benih lobster. Untuk pembenihan lebih dianjurkan diberi pakan cacing karena kadar proteinnya tinggi.

Untuk penyakit yang biasanya menyerang benih lobster adalah parasit yang hidup di kepala dan badan lobster. Parasit tersebut berwarna putih susu dan bisa berkembang biak di dalam tubuh dan kepala lobster. Ciri lobster yang terkena parasit adalah nafsu makannya berkurang dan tidak lincah sehingga bisa mengakibatkan kematian.

Cara Untuk mengatasinya, Fahdiansyah biasanya merendam benih lobster yang terkena penyakit pada air garam dengan kadar garam 30 ppt. Caranya rendam benih lobster dalam air tersebut selama 10-14 hari dan setiap 3-4 hari sekali ganti air dengan air garam yang baru. Saat direndam, biasanya benih lobster akan melompat-lompat dan pada saat melompat itulah telur parasit akan mati.

Yang harus diperhatikan dalam pembenihan lobster adalah pemberian makan dan kualitas air. Fahdiansyah biasanya mengganti air sebulan sekali, namun, penggantian air bisa lebih cepat atau lebih lama dari yang diperlukan, tergantung dari tingkat kotoran dalam air.

Jika kadar kotoran sisa makanan lebih besar dibandingkan kotoran dari bibit lobster, maka air akan beracun dengan ciri warna air berubah menjadi keruh dan baunya tak sedap. Racun tersebut dihasilkan dari sisa makanan yang membusuk dalam air. Oleh sebab itulah usahakan agar makanan selalu habis untuk sekali makan sehingga tidak meninggalkan sisa dalam air.

Asumsi bisnis lobster ala  Fahdiansyah per bulan, dengan ilustrasi modal awal Rp 5 Juta, biaya pembenihan dan pembesaran Rp 1,8 juta ditambah biaya operasional Rp 3,4 juta. Jika omset mencapai Rp 50 juta dengan asumsi penjualan bibit lobster hingga 3000 bibit (Rp 1400 per bibit) per bulan seharga Rp 4,2 juta, penjualan lobster konsumsi 260 ekor (Rp 150.000 per lobster) total mencapai Rp 39 juta dan penjualan induk lobster sampai 15 set (Rp 450.000) total senilai Rp 6,7 juta maka sudah dipastikan uang puluhan juta masuk kantong anda.

------------------------------------------------------------------

Dikutip dari www.detik.com
Senin, 27/12/2010
Gurihnya Bisnis Lobster Air Tawar 
Ninik Setrawati - detikFinance

Minggu, 02 Januari 2011

Peluang Bisnis Studio Foto Mini

 Bagi yang memiliki hobi fotografi dan kebetulan memiliki kamera digital yang memiliki resolusi 8 mega pixel, sebenarnya dapat mencoba untuk usaha Studio Foto mini. Usaha studio foto ini bisa dijalankan dari rumah, dengan mengorbankan salah satu bagian darinya menjadi semacam studio mini foto.
 

Dalam membuka studio foto kecil-kecilan, memang paling tidak harus memiliki komputer, kamera digital, printer foto, serta peralatan studio.
Hal yang paling mendasar dalam bisnis studio foto adalah kita memiliki kesenangan untuk memotret. Bila belum bisa, jangan menyerah. Latihlah ketajaman Anda dalam memotret apa saja. Cari teknik-teknik memotret dan seni memotret. Banyak buku yang mengupas tuntas tentang hal itu. Ada baiknya singgah juga di situs internet, yang berhubungan dengan pengetahuan fotografi.

Setelah itu, cari tahu apakah kualitas teknik foto yang Anda punya sudah oke. Tanyalah teman-teman yang ahli fotografi, apakah kualitas foto yang Anda buat sudah baik. Mengikuti lomba foto adalah jalan lain menuju pencarian teknik foto yang lebih baik. Berbagai media sering meliput hasil foto yang layak untuk ditampilkan. Itu bisa menambah pengetahuan Anda.

 

Potensi pendapatan dari bisnis studio foto, sebenarnya lumayan menguntungkan. Untuk jasa foto yang standar, pasar terdekat yang bisa digarap dalam bisnis studio foto adalah menangani pesanan pas foto tetangga-tetangga dan mayarakat sekitar. Kita bisa mendapatkan uang Sepuluh ribu rupiah untuk setiap lembar kertas foto ukuran 4R yang bisa berisi delapan lembar pas foto ukuran 3 cm x 4 cm atau 6 lembar ukuran 4 cm x 6 cm.

Jika kreatif, Anda bisa menggarap pasar-pasar yang baru. Misalnya, foto-foto promosi rumah makan, hajatan perkawinan, hajatan selamatan, borongan foto di sekolah-sekolah, dan lain-lain. Untuk jasa foto hajatan perkawinan atau sejenisnya, Anda bisa menetapkan tarif per album. Harganya, jika menggunakan peralatan lengkap, bisa mencapai dua juta rupiah per album.

Strategi pemasaran studio foto yang efektif dan murah yang dapat dilakukan adalah dengan menyebar selebaran serta menemui calon pelanggan dari pintu ke pintu. Calon pelanggan tentunya adalah potensial seperti calon pengantin, sekolah-sekolah, anak-anak ABG di lingkungan sekitar, dan sebagainya.

Dari pendapatan yang masuk, sisihkan sebagian untuk memperbaiki dan melengkapi fasilitas studio foto. Seperti gambar latar belakang foto yang beraneka macam. Cara paling mudah untuk mengetahui trend terbaru dan praktik-praktik foto terbaik adalah dengan mendatangi beberapa studio foto besar yang laris. Amati dan contohlah trik-trik dan trend foto, yang dapat diimplementasikan di studi foto mini kita miliki. Dalam hal ini, hendaknya Anda tidak hanya mencontoh 100% apa yang terlihat, tetapi lakukan berbagai upaya agar foto Anda lebih baik dari contohnya. Kuncinya adalah kreativitas, pantang menyerah, dan jeli melihat peluang yang ada.

Diambil dari: Artikel newspaper.pikiran-rakyat.com 




 

Sabtu, 01 Januari 2011

Awal Tahun 2011

Tahun 2010 sudah habis kontraknya. Semua peristiwa baik yang menyenangkan maupun menyedihkan sudah berlalu, tinggal kenangan. Suatu saat nanti mungkin perlu buka album untuk mengingatnya kembali.
Hari ini, 1 Januari 2011 mulai babak baru di tahun 2011. Pagi yang cerah, udara berhembus pelan, suasana tenang mungkin menunjukkan pada kita untuk berharap di hari-hari ke depan menjumpai kehidupan yang menyenangkan seperti suasana sekarang ini.
Kalau melihat perkembangan kehidupan sekarang ini baik lewat mass media maupun praktek kehidupan sehari-hari bisa dijumpai begitu banyaknya kemajuan di segala sisi kehidupan. Suasana perekonomian bangsa, perdagangan, transportasi, pembangunan-pembangunan fisik di kota/desa, perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi, menunjukkan gejala perkembangan yang meningkat pesat. Untuk mendapatkan itu semua orang berpacu berlomba bekerja keras dengan segala usahanya. Yang masih sekolah berlomba mendapatkan nilai yang terbaik, dan yang belum bekerja berlomba untuk mendapatkan pekerjaan, yang bekerja berlomba mendapatkan posisi dan penghasilan yang tinggi, Sehingga, terkadang sampai terjadi perbuatan yang sudah tidak sesuai dengan norma-norma dalam masyarakat, aturan agama dan aturan negara. Berani menghadapi resiko yang lebih besar, hanya karena ingin mencapai tujuan. Kemajuan teknologi informasi & telekomunikasi yang seharusnya dipakai untuk mendatangkan banyak manfaatnya, ternyata banyak juga yang menggunakannya untuk tujuan-tujuan yang merugikan. Inikah yang disebut TANTANGAN?

Mau tidak mau kita pasti menghadapi kehidupan seperti itu. Satu sisi kita berpacu mendapatkan yang terbaik untuk kehidupan kita, rumah tangga kita, keluarga kita. Orang tua dan anak, suami dan istri, semua bisa menikmati suasana kehidupan yang terbaik, yang normal, tidak ada gangguan. Di sisi lain banyak pengaruh luar yang masuk dalam suasana kehidupan kita yang selama ini sudah terbina. Harapan kita biarkan saja pengaruh luar itu berjalan tetapi tidak sampai mempengaruhi yang utama dalam kehidupan keluarga kita. Ini tanggung jawab kita bersama. Suatu cara untuk menangkal pengaruh-pengaruh yang bisa merugikan kehidupan keluarga tidak ada lagi kecuali dengan pembekalan akhlaq yang sesuai aturan agama, akhlaqul karimah. Tugas orang tua mendidik, membina dan mengarahkan anak-anaknya bisa menetapi agamanya dan Anak bisa menghormati kepada orang tua dan orang-orang yang berhak dihormati.
Semoga tahun 2011 banyak membawa suasana kehidupan keluarga yang menyenangkan.