Selasa, 11 Januari 2011

Sekilas tentang Sepak Bola Indonesia

Sepakbola merupakan olahraga masyarakat yang bisa dilakukan dan dicintai oleh semua golongan. Hampir semua masyarakat gemar dengan olahraga yang satu ini. Kecuali orang-orang tertentu yang tidak bisa melakukannya karena alasan fisik.

Dalam sepakbola mengandalkan lari cepat (sprint), menggiring bola, berani menghadapi lawan/musuh, adu/kontak fisik, mengecoh lawan, mempertahankan bola jangan sampai direbut lawan, punya target gol, berusaha untuk tidak kebobolan. Di sini lah perlunya taktik dan strategi. Maka bermain sepakbola seperti halnya orang akan berangkat perang, perlu persiapan yang matang. Sehingga dimana-mana muncul beberapa persatuan sepakbola tujuannya untuk menghimpun beberapa pemain dengan pelatih khusus (plus assisten pelatih bila diperlukan) supaya targetnya tercapai. Di Indonesia seperti Persija, Persib, PSIS, Persebaya, Arema, PSMS, PSM, Persipura, dll. Di luar negeri seperti Manchester United, AC Milan, Ajax Amsterdam, Boca Junior, River Plate, dll. Untuk bisa menjuarai sepak bola di suatu wilayah dibentuklah sebuah kompetisi yang akan mempertemukan beberapa persatuan sepakbola/klub di wilayah tersebut. Wilayah bisa berarti mulai tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, regional, antar Negara atau tingkat dunia. Ada beberapa tingkat kompetisi di Indonesia seperti ISL (Liga Super Indonesia), Divisi Utama, Divisi Satu, dst. Semua kompetisi sepakbola dan oragnisasinya di bawah payung PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia). Di level Regional seperti ASEAN ada kompetisi Piala AFF, dan tingkat Benua Asia ada Piala Asia (AFC) dan Piala Champion Asia, di Eropa ada Euro Cup, Champion Cup, UEFA Cup dan di Amerika Latin ada Piala Libertadores, sedang tingkat dunia ada FIFA World Cup, Piala Konfederasi, dan Piala Toyota.

Di Indonesia saat ini lagi demam sepakbola, hampir semua lapisan masyarakat, membicarakannya sejak Timnas PSSI ikut kejuaraan AFF Cup 2010 yang digelar Desember 2010 di 2 tempat, Jakarta dan Hanoi. Tidak seperti kejuaraan-2 AFF sebelumnya, AFF Cup 2010 seolah-olah meng-hipnotis masyarakat tak terkecuali para artis celebrities  banyak yang nonton langsung di SUBK (Stadion Utama Gelora Bung Karno). Bisa kita saksikan waktu itu betapa antusiasnya masyarakat kita yang ingin menyaksikan, dimana kapasitas SUBK 88.000 orang penuh, banyak yang tidak kebagian tiket. Mereka rela nonton lewat layar lebar yang disediakan di luar stadion. Bahkan para pejabat pemerintah dan instansi-instansi, kalangan swasta membuat acara Nonton Bareng di daerahnya masing-masing, Apakah karena partai penyisihan Timnas bisa mengalahkan Malaysia 5-1, Laos 6-0, Thailand 2-1, Semifinal menang aggregate atas Philipina 2-0? Atau karena ada 2 pemain naturalisasi, Irfan Bachdiem dan Cristian Gonzales? Meskipun di Final kalah dari Malaysia 4-2 (aggregate). Yang jelas sepakbola kita lagi bangkit kembali dengan dukungan supporter yang besar jumlahnya.

Di awal tahun 2011, PSSI disibukkan dengan adanya LPI (Liga Primer Indonesia) yang mulai dibuka 8 Januari 2011 di Solo. Menurut PSSI, LPI itu illegal karena di luar aturan PSSI dan tidak diakui badan sepakbola dunia FIFA. LPI yang awalnya digagas oleh Pengusaha Arifin Panigoro, sudah mendapat restu dari Pemerintah melalui Menegpora dan BOPI (Badan Olah Raga Profesional Indonesia). Tujuan LPI benar, ingin memajukan persepakbolaan tanah air dengan mengadakan kompetisi, dimana pesertanya yang merasa kesulitan financial terutama yang masih mengandalkan dana dari APBD setempat. LPI ingin membangun olahraga secara professional, baik teknis maupun sisi finansialnya. PSSI yang sudah punya jadwal kompetisi seperti ISL, Divisi Utama, Divisi I, Divisi II dan Piala Indonesia, merasa terusik dengan adanya jadwal kompetisi baru dari LPI. Apakah LPI akan menjadi semacam tandingannya ISL? Semoga tidak ada tujuan kesitu.

Di sisi lain, seleksi Timnas sudah berjalan. Pelatih Timnas saat ini Alfred Riedl hanya melakukan seleksi dari pemain-pemain klub di bawah PSSI yang diakui FIFA. Pemain dari klub peserta LPI dicoret dari Timnas, termasuk pemain naturalisasi Irfan Bachdiem dan Kim J. Kurniawan dari Persema Malang. Seleksi ini akan disiapkan untuk Tim Pra Olimpiade  tahun 2011. Diharapkan Alfred Riedl tetap konsentrasi penuh pada pencapaian prestasi Timnas di ajang Regional dan Internasional, tidak terpengaruh dengan suasana kompetisi antara ISL dan LPI. Masyarakat yang sudah menunjukkan rasa nasionalisme yang tinggi lewat sepakbola seperti pada ajang Piala AFF kemarin, tetap antusias mendukung Timnas sebagai Tim kebanggaan kita. Juga antara PSSI dan LPI bisa duduk bersama mencari solusi terbaik untuk kemajuan persepakbolaan nasional, bukan sebaliknya. Sehingga Tim Sepakbola Indonesia bisa berbicara banyak di tingkat Regional bahkan Internasional seperti pada era tahun 1970-an.
Bravo Timnas!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar